Architecture, art and design – 100 years of the Bauhaus (2/3) | DW Documentary


Inovatif. Holistik. Estetis. Pikiran bebas. Berantakan. Jujur. Revolusioner. Putih. Radikal. Cepat. Jerman. Itu adalah Bauhaus. Setelah seratus tahun Kondisi yang ideal dari Bauhaus lebih relevan sekarang
di banding waktu itu. Jiwa Bauhaus 100 tahun lalu, Bauhaus
memikirkan kembali masa depan. Bagaimana kita akan belajar,
bagaimana kita hidup Revolusi kehidupan sehari-hari. Pengaruh Bauhaus
ada di mana-mana. Bauhaus berniat membuat
sebuah bahasa desain yang universal. Bahwa semuanya punya tinggi
dan ukuran yang ideal. dan ini dimaksudkan untuk
mengoptimalkan kegunaannya. Mereka ingin menjembatani jarak
tak peduli jika Anda seorang pengrajin, desainer atau
jika Anda seorang seniman. Bauhaus adalah sebuah legenda. Kecemerlangan aliran Bauhaus tak
hilang bahkan hingga sekarang. Meskipun keberadaannya singkat ia terus membentuk dunia
tempat kita hidup. Pendekatan baru pada
pendidikan dan pelatihan, arsitektur, lukisan,
tari dan desain, dieskplorasi dan
dikembangkan di sini. Saat Hitler naik ke
tampuk kekuasaan dan menutup dengan paksa
sekolah seni ini, para seniman, arsitek
dan visionernya, beremigrasi. Berpencar dan menyebarkan
doktrin Bauhaus ke seluruh dunia. Hanya sebuah ide yang bisa
menyebar begitu luas. Jadi masih bisakah kita merasakan
efek Bauhaus hari ini? Dunia Bauhaus Dunia Bauhaus: Dampaknya Produksi massal dari
benda sehari-hari adalah landasan
dari visi Bauhaus. Kemitraan antara
desain dan industri. Di penjual furnitur IKEA visi ini sepertinya
telah jadi kenyataan. Evamaria Rönnegard benar-benar tahu apa yang
diinginkan konsumen. Bagaimana Anda
bisa rumah pertama Anda, tempat tidur pertama Anda, sofa, meja kerja pertama Anda, bisa Anda beli dengan
harga terjangkau. Harga terjangkau adalah poros
utama dari model usaha IKEA. IKEA didirikan pada 1943. Beberapa generasi tumbuh
dengan desainnya. Jadi, apakah IKEA adalah
Bauhaus masa kini? Apakah perusahaan itu
adalah perwujudan dari visi pendiri Bauhaus Walter
Gropius seabad yang lalu? Kami punya alat yang kami sebut
dengan Desain Demokratis. Dan alat itu punya lima dimensi. Dimulai dengan bentuk, berhubungan dengan Bauhaus
sebagaimana kita bicarakan hari ini. tentu saja bentuk
mengikuti fungsi. Kualitasnya harus baik untuk apa maksud penggunaannya. Kami amat menekankan
keberlanjutan. dan kami gabungkan itu
dengan harga murah, itulah ciri khas
dari produk IKEA. Lima pilar dari
desain demokratis: Sebagaimana dikatakan
pendirinya Ingvar Kamprad menciptakan hidup lebih
baik untuk orang banyak. Ia ingin semua orang
mampu membeli produk yang dibuat dengan baik. Visi yang sama dengan
Walter Gropius, direktur Bauhaus yang pertama. Di Weimar ia
menyarankan agar seni, kerajinan dan industri
berkolaborasi untuk membuat produk konsumen
bisa dijangkau orang biasa. Weimar adalah tempat
yang konservatif. Dan Sekolah Seni Bauhaus
pada akhirnya harus pindah. Sekolah itu pindah ke Dessau
yang terbukti jauh lebih cocok. Weimar tidak
menginginkan Bauhaus. Dan pada 1925, Gropius harus
mencari lokasi alternatif. Dessau sepertinya
adalah pilihan terbaik. Ada banyak kesempatan
bagi sekolah tersebut untuk berkembang di sana. Politik dan industri
punya kepentingan agar Bauhaus pindah ke Dessau. Saat itu wilayah
tersebut bisa disamakan dengan Sillicon Valley saat ini. Di Dessau, sekolah
tersebut bergabung dengan sejumlah mitra industri. Terinspirasi produksi berseri Bauhaus mulai mengeksplorasi sinergi antara seni
dan teknologi. Secara keseluruhan Bauhaus
bermitra dengan sekitar 1.000 perusahaan di Dessau, untuk
mengerjakan berbagai proyek besar dan kecil. Ada hubungan yang erat
antara sekolah dan industri. Banyak orang yang
menugasi Bauhaus untuk mendesain peralatan
rumah mereka, atau mendesai brosur
untuk perusahaan mereka. Namun banyak juga orang yang
memandang dengan skeptis. Dan pada akhirnya mereka
harus kembali pindah. Dengan latar belakang
Depresi Besar, Seklah Seni Bauhaus yang liberal
makin keras mendapatkan tekanan. Pada 1928, lelah terus-menerus
menghadapi sikap bermusuhan, Direktur Walter Gropius
menunjuk penggantinya. Dengan arsitek Swiss Hannes
Meyer sebagai pimpinan, Bauhaus makin memfokuskan
diri pada industri. Dan juga menjadi lebih politis. Hannes Meyer mengubah haluan
Bauhaus menjadi amat sosialis bahkan komunis. Di masa dua tahun yang amat produktif saat ia
menjadi direktur, hal ini memegang
peranan penting, yang amat berlainan
dengan masa Gropius. Bauhaus berniat untuk
mendesain dan memproduksi produk berkualitas baik
untuk semua orang. Memenuhi kebutuhan sehari-hari
menjadi prioritas lebih penting dibandingkan
pertimbangan artistik. Mereka ingin masuk ke rumah
tangga, rumah-rumah, juga masyarakat secara umum. Juga dengan produk-produk
yang tak mirip produk manapun yang
telah ada sebelumnya. Titik balik terjadi
pasca Perang Dunia I. Pada 1922 atau
paling lambat 1923, Semua orang amat tertarik akan mekanisasi dan
produksi industri. Ada konsensus bahwa
dalam masa pasca perang orang-orang harus modern dan menyambut teknologi
dan kemajuan. Dan ini harus tercermin pada
barang-barang sehari-hari. Mulai dari karpet, rumah-rumah
juga lingkungan perkotaan. Mereka akan melakukan ini untuk memodernisasi kota bahkan dunia. Tujuan utama IKEA tak berbeda. Sama seperti Bauhaus,
IKEA melihat diri sendiri sebagai ‘Laboratorium kehidupan
sehari-hari yang lebih baik’. Kami ingin menciptakan
kehidupan sehari-hari yang lebih baik
bagi banyak orang. Yang secara filosofis
amatlah mirip dengan pemikiran Bauhaus
yang mengatakan: Desain bukan untuk
beberapa orang saja. Produk yang baik harusnya
dimaksudkan untuk banyak orang. Bagi IKEA orang banyak
berarti konsumen mereka. Karena tujuan akhirnya
adalah menjual produk. Efek Bauhaus tak diragukan lagi. Desain demokratis IKEA
diproduksi secara massal. Penjual ritel ini
telah mengadaptasi dengan filosofi
inti dari Bauhaus untuk konsumen masa kini. Hannes Meyer menjadi Direktur Bauhaus hanya selama dua tahun. Pada 1930 Dewan Kota
memberhentikannya karena bersimpati pada komunis. Bersama beberapa mantan
siswanya ia pergi ke Uni Sovyet untuk membantu membangun negara
yang sedang membangun itu. Perang Dunia II mengoyak
Jerman menjadi dua. Weimar dan Dessau
masuk ke wilayah Jerman Timur yang komunis. Kondisi saat itu tak mendukung
dihidupkannya kembali Bauhaus di masa-masa awal Jerman
Timur yang komunis. Sekolah itu ditolak karena
dianggap institusi borjuis. Anggapan ini bertahan
hingga kematian Stalin. Pada dasarnya berlangsung
hingga awal 1960-an dan bangkitnya
arsitektur fungsional. Saat para desainer mulai
membangun rumah produksi massal di wilayah-wilayah
di luar perkotaan. Pada saat itu Bauhaus
dievaluasi ulang. Dan sekali lagi dilihat
sebagai hal yang baik. Warisan Hannes Meyer adalah
desain yang dipolitisasi, dan slogan terkenal: Volksbedarf statt Luxus bedarf. Kebutuhan masyarakat alih-alih
kebutuhan akan kemewahan. Saat ini produk yang
didesain Bauhaus amat mahal. Hanya mereka yang beruang
mampu membelinya. Misalnya lampu meja
Wilhelm Wagenfeld. Lampu itu kini menjadi
produk klasik. Lampu meja Wagenfeld
berharga sekitar 400 Euro. Itu karena lampu
itu didesain dan diproduksi di sekolah
seni Bauhaus. Sebelum produksi
massal menjadi biasa. Bahkan pada saat itu, lampu
Wagenfeld amatlah mahal, sehingga tidak terlalu laku. Tanpa produksi massal
Lampu Wagenfeld hanya bisa menjadi barang mewah. Namun lampu itu menyeberangi
Samudera Atlantik. The Museum of Modern
Art di New York punya salah satu lampu itu
dalam koleksinya. Selamat datang, ke
arah sini untuk seni Di akhir tahun 1920-an, Direktur
Pendiri MoMA, Alfred Barr membantu memperkenalkan Bauhaus
pada orang orang Amerika. Martino Stierli yang
dilahirkan di Swiss kini adalah Kurator Kepala MoMA
untuk Arsitektur dan Desain. Sejak awal Alfred Barr sudah
amat menyukai Bauhaus, juga para pelopor avant
garde Eropa pada umumnya. Apa yang terutama amat
disukainya tentang Bauhaus adalah dorongan aliran
itu untuk memasukkan seni ke dalam kehidupan
sehari-hari, juga penggabungan seni dan
teknologi oleh Bauhaus. dan pendekatan
interdisiplinernya. Juga tujuannya untuk
membuat seni non-hirarkis. Alfred Barr mengambil
prinsip-prinsip ini, konsep dasar dari Bauhaus ini dan menjadikannya salah satu
struktur didirikannya MoMA. Jadi Bauhaus menjadi
salah satu fondasi dari koleksi seni paling
terkemuka di dunia. Bauhaus mewakili estetika
yang amat khusus. Namun di saat yang
sama Bauhaus sendiri adalah istilah yang amat kabur. Apapun yang dianggap
sebagai desain modernis dalam pengertiannya
yang paling luas akan segera dianggap
sebagai Bauhaus dengan cara yang
mereduksi nilai Bauhaus. Itu juga cara untuk
menggambarkan kecenderungan artistik Anda. Mungkin itu problematis,
namun di sisi lain adalah tanda dari
kesuksesan luar biasa. Jika Anda menjadi sebuah merek, itu berarti Anda
benar-benar berhasil. Bauhaus seperti virus. Jadi ia menyebar, lebih cepat
dari yang Anda sadari. Bagaimana misalnya tak ada hal menarik terjadi
pada Bauhaus, namun mereka punya mesin
publikasi yang luar biasa. Buku-buku, majalah-majalah
juga tokoh terkenal. Namun tidakkah itu sama seperti
menciptakan semacam sekte? Maka mungkin Bauhaus bukan
tentang rasionalitas, bukan tentang industrialisasi, bukan tentang kejelasan dan
era mesin dan seterusnya. Gropius adalah
ekspresionis garis keras di awal gerakan Bauhaus. Ia menjadi semacam manajer. Apakah kultur manajemennya
yang menyebar? Kita sekarang dikelilingi
oleh efek dari virus ini dan kita ada di tengah
dari kultur manajemen. Ini adalah pusat
manajemen New York. Kritikus arsitektur Mark
Wigley tinggal di New York. Namun ia merasa gedung kaca
dan baja amat menekan. Apakah nama Bauhaus kini hanya sekadar menjadi label budaya? Kehilangan substansi sebenarnya? Bauhaus kini adalah
sebuah merek dagang. Dapat dengan mudah dikenali. Mungkin sebab itulah ia
terus-menerus disukai. Terutama bagi para penikmat
seni dan arsitektur. Seperti keluarga Eller. Anda pikir itu baru dibangun. Orang selalu menanyakan
hal itu kepada kami. Kami tak sengaja
menemukan rumah ini. Tempat ini diiklankan
di Wiesbaden Bank sebagai sebuah Bungalow. Dan membutuhkan renovasi,
ada di lokasi bagus. Saya bilang kepada istri saya,
itu kedengarannya menarik. Mari kita lihat. Yang ditemukan
keluarga Eller adalah sebongkah bagian dari
sejarah arsitektur. Bahkan agen real
estatnya tak sadar bahwa bahwa bungalo itu adalah
bangunan terakhir karya arsitek Bauhaus, Marcel
Breuer yang masih utuh. Kami langsung bisa merasakan ada sesuatu yang istimewa
dari rumah ini. Rumah ini tak tersentuh
selama bertahun-tahun. Dan sejujurnya pada saat itu
kondisinya menyedihkan. Namun Anda tetap bisa
merasakan ruh Breuer. Breuer menempatkan pinggiran atap
dan bingkai di bawah jendela sehingga sinar matahari
terpantul ke bawah jendela, dan tidak pernah ada paparan sinar
matahari langsung ke dalam ruangan. Ia mendesain rumah ini
dengan amat sungguh-sungguh. Segalanya telah
dipikirkan masak-masak benar-benar menakjubkan. Anda pasti akan terpesona. Anda harus angkat topi padanya. Saat ini Anda tak akan menemukan elemen-elemen seperti
ini di rumah-rumah. Bentuk kubus kini
kembali populer. Banyak rumah-rumah baru
yang benar-benar bagus. Namun dulu mereka memikirkan
dengan lebih serius bagaimana rasanya benar-benar
tinggal di rumah-rumah itu. Biasanya arsitek mengikuti
kehendak klien mereka. Namun di sini,
pemiliknya mendapat inspirasi dari
perabot-perabot Bauhaus. Di akhir tahun
1920-an, Marcel Breuer mendesain kursi ini untuk
perusahaan Tornet. Perkawinan antara seni dan
industri menjadi kenyataan. Ini adalah set
furnitur untuk kebun, tak hanya sangat nyaman,
desainnya pun luar biasa indah. Banyak besi tanpa pipa, berwarna putih,
ringan dan amat rapi. Pasangan ini dahulu
hanya mengenal Breuer sebagai desainer mebel. Namun kini mereka
menjadi pelindung dari warisan arsitektur Breuer. Kami pergi ke Berlin,
Weimar dan Dessau. Dan benar-benar mempelajarai
filosofi Bauhaus. Kami belajar banyak. Kami merasa amat penting
untuk tahu lebih banyak jika ingin tinggal di rumah ini. Yang amat jelas
terlihat di sini adalah ruang-ruang fungsional
menghadap ke utara. Dan tempat kami menghabiskan
waktu menghadap ke Selatan. Jadi rumah ini punya
energi yang amat positif. Tentu saja tidak semua orang
punya musem Bauhaus pribadi. Namun mereka selalu
bisa ‘berziarah’ ke Vitra Design Museum
di Weil am Rhein. Herzog dan De Meuron, Frank Gehry, Desain adalah metode tindakan. Zaha Hadid dan banyak lagi
arsitek kontemporer meninggalkan jejak
mereka di sini. Untuk Direktur
Museum Mateo Kries, arsitektur dan desain adalah
pusat dari pengalaman manusia. Desain pada dasarnya adalah cara
untuk menyelesaikan masalah. Sebuah kesempatan untuk
menangani masalah sehari-hari dengan
ide-ide kreatif. Desai bisa mengubah furnitur, namun juga bisa melibatkan proses-proses dan
situasi sosial. Desain tak hanya membuat produk. Desainer juga membahas
pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan
dengan masyarakat. Bahan-bahan baru dan benda-benda
yang tak selalu nyata. Itu adalah pengertian desain
yang berakar dari Bauhaus. Sekolah itu adalah salah
satu institusi pertama yang menyebarluaskan pengertian
luas tentang desain, yang lebih luas dari
sekadar setiap obyek. Bagi para pengikut aliran
ini, desain adalah cara untuk membentuk
masyarakat dan masa depan. Koleksi museum ini terdiri
dari sekitar 7.000 benda. Termasuk berbagai
contoh yang merupakan ikon dari desain
produk internasional. Ada karya-karya terkenal
dari Marcel Breuer. Dan tentu saja
Mies van der Rohe. Karya Mies van der Rohe punya
ciri kelas atas yang glamor. Arsitektur modernis tak
mesti selalu keras. Tak selalu hanya
dinding putih dan bingkai jendela yang sederhana. Gayanya bisa saja flamboyan. Seperti yang dicontohkan Mies
dengan Paviliun Barcelonanya. Dan juga dalam mebel yang
ia desain untuk tempat itu. Kursi Barcelonanya
amat glamor dan agung seperti juga paviliun itu. Anda pikir Mies adalah
orang yang blak-blakan? Tidak. Orang-orang akan
terobsesi menempatkan segalanya di tempat yang tepat. Benar-benar segalanya. Jadi langsung dari sesuatu yang
sepertinya adalah proyek manusia mari pikirkan dimensi
dari tubuh manusia, mari buat sebuah sistem
untuk menjaga tubuh itu. Akhirnya itu menjadi: Mari
membuat sebuah tubuh baru. Mari membuat arsitektur,
furnitur dan peralatan yang membentuk manusia baru. Akhirnya: Mari ciptakan
manusia super! Anda tak akan bisa membayangkan
gedung yang begitu obsesif adalah hasil karya seorang
yang sangat blak-blakan. Ia berbicara tentang Gedung
Seagram Mies van der Rohe. Sebuah menara berbingkai
kerangka baja yang menggunakan kaca gelap
dan tiang-tiang perunggu. Dibangun di akhir tahun 50-an, bangunan itu membantu
mengusung era baru dari pencakar langit
yang rapi dan elegan. Fasad tanpa fungsi struktural. Sebuah ide yang disempurnakan
Mies van der Rohe di Chigago. Gedung minimalis yang ramping. Biasanya dengan plaza
di bagian depannya. Jadi bagaimana kalau
kita katakan sebaliknya: Gedung yang lurus
diciptakan orang gila. Dan orang-orang gila
kerap kali adalah mereka yang mampu
mempengaruhi kita. Apa kita pernah terpengaruh
oleh seseorang yang baik? Jadi bagaimana kalau
Bauhaus tidak baik? Rumah saya luasnya
45,8 meter persegi. Apartemen lain luasnya
hampir sama, kemewahan. Saya tak akan
meninggalkan tempat ini. Kerstin Franz amat
menyukai apartemennya yang kecil dan padat di Dessau. Ia tak merasa desain tempat
itu keras atau tak berjiwa. Saya bisa melihat perubahan
cuaca dari jendela. Setiap gerakan dari
jendela saya, amat indah. Biasanya Anda hanya
melihat jendela sebesar ini di etalase toko. Saya punya jendela toko
yang menghadap ke taman. Saya suka sekali, selalu
saja indah di setiap musim. Terutama di musim dingin. Saat salju turun semuanya bersinar
di sini, benar-benar indah. Saat bulan purnama, cahaya
bulan membanjiri jendela. Sebuah petunjukan cahaya
hanya untuk saya. Didesain oleh Hannes
Meyer pada 1929, rumah-rumah
Laubengang luar biasa inovatif dan progresif
untuk zamannya. Proyek perumahan
terjangkau adalah contoh sempurna dari prinsip-prinsip
yang menuntunnya: Bahwa arsitektur punya
tanggung jawab sosial. Bangunan itu didirikan
untuk semua kelas sosial. Pedagang, pembuat sepatu,
pekerja tambang, Bayangkan saja bagaimana
orang tinggal di Berlin di tahun
1920-an dan 30-an. Dan lihatlah betapa
terang apartemen ini. Bayangkan bagaimana
perasaan orang-orang berpenghasilan rendah di sini. Amatlah sensasional. Dan hanya untuk saya. Bata-bata yang tidak diplester, ambang pintu yang terbuka yang
terbuat dari beton bertulang. Secara estetis,
desain Hannes Meyer menandai perpisahan
dengan desain Bauhaus. Salah satu fitur yang menonjol
adalah lorong komunal. Ini berbeda dengan sebuah
gedung baru standar. Gedung macam itu akan
punya lorong normal. Di sini, Anda langsung
berada di luar. Itu berarti ada rasa
kebersamaan yang amat berbeda. Akan ada orang yang
merokok atau duduk, atau hanya menonton orang-orang. Jadi tentu saja Anda akan
menyapa atau mengobrol. Tidak ada hubungan sosial
yang erat di Jerman saat ini. Tidak ada orang seperti Hannes
Meyer atau Walter Gropius. Dengan ide-ide dan
visi yang bisa mereka ubah menjadi tindakan. Perumahan Laubengang
adalah kelanjutan dari tata kota yang dirancang
oleh Walter Gropius. Bauhaus di Dessau berniat
membangun perumahan murah untuk menghadapi kurangnya perumahan setelah
Perang Dunia I. Itu adalah tantangan
yang cukup berat. Karena warisan perumahan Gropius
adalah juga model ekonomi. Ia mendesain rumah
berteras yang relatif kecil dibandingkan
dengan standar saat ini. Namun ia berencana membangunnya
dalam jumlah besar. Ia memungkinkan para pekerja
punya rumah yang layak. Dan yang lebih luar biasa
lagi, rumah-rumah ini masih ditempati hingga hari ini. Saya membuat orang
penasaran di sini. Mereka semua melihat saya
sebagai seorang profesor gila. Orang yang membangun
rumah-rumah Bauhaus. Awalnya itu adalah
sebuah eksperimen untuk melihat
apakah itu mungkin. Apakah mungkin di
awal abad 21 ini, untuk hidup di sebuah bangunan Bauhaus yang punya
ruang terbatas? Rupanya hal itu mungkin. Meski membutuhkan
kompromi tertentu. Tempat tidur ini ada
di posisi yang salah. Gropius ingin meletakkan
di tempat sebaliknya. Namun tempat tidur ini
hanya 100 x 80 cm. Jadi dengan tempat tidur berukuran
2×2, dinding menjadi masalah. Diletakkan di sisi
sebaliknya akan lebih baik. Dan Anda bisa punya dua
meja di sisi tempat tidur. Hans-Knud Arndt adalah
penggemar berat Bauhaus. Rumahnya ini didesain
oleh Walter Gropius. Dan adalah istananya. Saya membangun sebuah garasi. Sulit menemukan garasi yang
sesuai dengan rumah ini. Namun saya terobsesi
dengan Bauhaus. Saya amat antusias. Saya ingin sesuatu
yang amat khusus. Untungnya saya punya
contoh untuk itu. Rumah contoh Gropius masih
punya garasi yang utuh. Jadi saya menggunakan itu
untuk inspirasi saya. Sulit, namun saya berhasil
menemukan perusahaan yang bisa membangunnya dengan
beton dari batu apung. Yang bahkah ramah lingkungan. Dan akan membuat sesuatu yang
akan terlihat sangat Bauhaus. Gropius berjuang mencari
solusi yang efisien. Ia mengetes bahan-bahan
baru untuk bangunan. Dan bahan-bahan yang
sudah dibuat sebelumnya yang bisa digunakan dalam
pembangunan berseri. Tempat pembangunannya terlihat seperti garis
produksi industrial. Beberapa rumah dibangun
secara bersamaan. Biaya yang terbatas menuntut
solusi arsitektur yang cerdas. Di sini di balik
tirai pancuran untuk mandi adalah jalan
menuju teras di atap. Karena tempat terbatas, jalan menuju teras atap
adalah melalui kamar mandi. Saya bayangkan pemikiran
di baliknya adalah bahwa semua kamar di
sini adalah kamar mandi. Dan bahwa kamar mandi
adalah satu-satunya ruangan yang dipakai
semua orang. Jadi itu adalah tempat
yang baik untuk menempatkan jalan masuk,
balkon atau teras. Hans-Knud Arndt adalah
satu dari sedikit penghuni di tempat ini yang
rumahnya masih terlihat sama seperti
di masa Gropius. Sementara rumah-rumah
lain adalah contoh dari apa yang disebut
Bauhaus Kitsch. Pada 1938, penyebaran
Bauhaus ke seluruh dunia mendapat dukungan
besar di New York, dengan sebuah pameran di MoMA yang memamerkan karya-karyanya. Agak sulit untuk melebih-lebihkan
pengaruh Bauhaus terhadap sekolah-sekolah seni
di Amerika setelah 1940. Itu adalah fondasi dari
beberapa generasi seniman. Walter Gropius
ditunjuk menjadi ketua Program Pasca Sarjana Harvard
School of Design. Itu adalah salah satu departemen seni paling terkemuka
di negeri ini. Mies van der Rohe mendapat
posisi di Armour Institute, yang kemudian menjadi Illinois
Institute of Technology Ia tak hanya mendesain kampus
universitas yang baru. Ia mengubah pengajaran
arsitektur di sana. Bauhaus teramat sangat penting. Jika kita membicarakan desain tanpa membicarakan
Bauhaus sama seperti berbicara soal masak tanpa
berbicara tentang Api. Itu tak masuk akal. Untuk alasan itu, kita
tak bisa mengeluarkan Bauhaus dari tubuh kita
atau dari pikiran kita. Tapi itu tak berarti
bahwa orang-orang yang menciptakan itu tahu apa
yang mereka lakukan. Saya merasa seperti….kapanpun Anda membuka telepon
genggam Anda, Anda mengenakan pakaian,
keluar dari pintu, atau saat membaca, tipografi
dari yang Anda baca, semua yang Anda lihat, nyaris
semua yang Anda lihat, adalah bentuk-bentuk
dan kemasan Bauhaus. Dan itu berarti bahwa kita
adalah korban Bauhaus. Ketika Nazi berkuasa,
banyak bekas mahasiswa dan guru Bauhaus, beremigrasi ke Amerika Serikat. Di tahun 1950-an dan 60-an, prinsip-prinsip
gerakan itu menjadi tulang punggung bagi
modernisme Amerika. Di tahun 1930-an,
Anni and Josef Albers diundang untuk mengajar di Black Mountain College
di Carolina Utara. Di tahun 1950-an tempat
itu menjadi kepompong yang penting bagi
banyak seniman besar. Banyak seniman yang
memainkan peranan penting dalam seni
Amerika setelah perang, dihubungkan dengan sekolah
yang mengambil mantel Bauhaus. Robert Rauschenberg, Jasper
Johns, Merce Cunningham. Koreografer Merce Cunningham
yang mengajar di Black Mountain mengeksplorasi ide
gerak yang dibahas di lokakarya panggung Bauhaus. Melihat ke mana seni berjalan gerakan Bauhaus juga
menyebarang ke tari dan musik. 4,5,6, siap, mulai…. Di New York penari
Jennifer Goggan memastikan legenda Merce
Cunningham terus hidup. Merce Cunningham secara radikal
mengubah bentuk seni dari tari. Salah satu hal pertama
yang dibuatnya adalah menciptakan karya
yang tak punya plot. Jadi tidak ada lagi karakter,
tak ada lagi cerita. Dan ia tertarik melihat
tari dan gerakan demi gerakan itu sendiri. Pendekatannya yang
radikal menjadikannya pewaris dari Oskar Schlemmer, tokoh utama lokakarya
panggung Bauhaus. Berpusat pada tema
sosok dan ruang, karyanya mengubah penari
menjadi bentuk-bentuk geometris yang
mengenakan kostum. Mengeksplorasi ide tubuh
manusia sebagai objek mekanis. Triadic Ballet yang ditampilkan
perdana pada 1922 di Stuttgart, masih ditampilkan
hingga hari ini. Eksperimentasi Oskar Schlemmer menginspirasi karya
Merce Cunningham. Orang akan berkata bahwa
tarian itu tidak manusiawi. Karena tidak ada karakter, mereka
tidak mengekspresikan emosi. Merce Cunningham selalu
berkata bahwa tari selalu manusiawi karena ditampilkan
oleh tubuh manusia. Saat itu ini amat radikal. Namun saat ini….. para koreografer
tari dari manapun bekerja dengan cara
yang amat abstrak. dan itu diterima. Kuat di bagian kaki….itu dia. Lompatan besar. Tradisi Bauhaus juga dibangun
di Jerman Barat pasca perang. Di Sekolah Desain Ulm, HfG. Ide awalnya adalah untuk
membangkitkan kembali Bauhaus. Banyak mantan orang
Bauhaus mengajar di sini. Seperti Max Bill, pendiri
dan rektor pertamanya. Saat ini kampus di Ulm
dijadikan ruang pameran. Hingga ditutup pada 1968,
HfG adalah sekolah desain dan seni yang paling kreatif
dan orisinil di Jerman. Yang dikenal sebagai Model Ulm, mengubah peran dari
seorang desainer. Bahkan di awal pendiriannya, Sekolah Desain Ulm
bekerja sama erat dengan mitra dari
bidang industri. Salah satu kemitraannya
yang paling berhasil: adalah dengan perusahaan
listrik Braun. Pengaturan elemen di sini
amatlah bergaya Bauhaus. Desainnya memperhatikan
desain grafis konstruktivis yang
digunakan Bauhaus. Ada dalam tradisi itu. The Phonosuper SK4 atau
dikenal juga dengan nama Peti Mati Putih Salju
dipesan oleh Braun. Sekolah Desain Ulm
mengerjakannya sebagai cara untuk mengumpulkan
uang bagi sekolah itu. Phong Vu adalah kepala
desainer di Braun. Ia bertemu dengan juru arsip
Braun Thomas Guttandin. Proporsi adalah
kuncinya, amat ramping. Dan proporsi ini datang
dari Dieter Rams. Dieter Rams ditunjuk
sebagai kepala desainer departemen desain Braun yang baru
dibentuk di awal tahun 60-an. Bersama dengan Sekolah
Desain Ulm, ia membuat produk-produk yang
kini menjadi klasik. Kerja tim interdisipliner amat
penting bagi proses kreatif. Phonosuper SK 4 adalah
contoh sebuah produk yang dibuat bersama
orang-orang yang duduk di sebuah meja dan semua
memberikan kontribusi. Hasilnya adalah
produk yang ikonik. Produk itu diperbaiki
sedikit demi sedikit. Dan suatu saat Dieter Rams
menyarankan penutup kaca. Turntable didesain
oleh Wagenfeld. Wilhelm Wagenfeld adalah
mantan siswa Bauhaus. Sebuah bahasa desain
baru bisa dilacak asal muasalnya dari Bauhaus,
Ulm dan kemudian Braun. Dan kemudian berakhir di
banyak rumah di seluruh dunia. Braun akan selamanya
dihubungkan dengan desainer industrial Dieter Rams. Ia membawa kesederhanaan dan
gaya kepada obyek sehari-hari. Kapankah desain terlalu
banyak atau terlalu sedikit? Apa yang membuat sebuah
produk ramah pengguna? Kapankan sebuah produk
terlalu bergaya? Itu adalah
pertanyaan-pertanyaan yang sama yang ditanyakan
aliran Bauhaus. Braun dikenal dengan
desain sederhana hanya dalam satu kategori. Untuk perangkat Hifi seperti
kita lihat di sini. Secara global merk
ini tak terkenal. Jadi langkah kedua adalah
menerjemahkan filosofi desain ini ke dalam keseharian
rumah tangga. Dengan peralatan rumah
tangganyalah merek Braun menyeberangi
samudera Atlantik. Di Amerika produk-produk
itu langsung dikenali sebagai contoh
desain yang abadi. Di masa pasca perang,
Braun amat berhasil mengusung desain
perusahaan kelas atas. Sebuah identitas perusahaan. Perusahaan itu dikenal
dengan desain yang kontemporer dan fungsional. Dan Dieter Rams amatlah
penting dalam proses itu. Saat ini perusahaan
teknologi dunia papan atas masih terus dipengaruhi
gaya desain Braun di tahun 60-an dan 70-an. Sebuah estetika yang terus hidup
pada iPod dan iPhone Apple. iPod generasi pertama yang terinspirasi radio
saku T3 Braun. Desainer kepala Apple
Jony Ive, mengakui hutang tersebut dan memberikan
Dieter Rams sebuah iPod. Sementara Bauhaus
menyebarkan penggabungan antara seni, kerajinan
dan teknologi, Braun dan Apple mewakili seni,
komersialisme dan konsumsi. Sebuah tanda dari
masing-masing era. Tampilan minimalis
nyaris sederhana dari produk-produk mereka, amat cocok dengan zaman digital. Dalam masyarakat yang amat
individualis, desain dari produk yang kita beli adalah
ekspresi dari identitas kita. Apa yang sederhana dari
benda-benda Bauhaus? Itu adalah kesederhanaan palsu,
itu adalah berita palsu. iPhone Anda adalah produk
Bauhaus yang sempurna. Bahkan Steve Jobbs
datang ke sebuah kuliah dari seseorang dari
Bauhaus yang baru, dan berkata, memang, saya amat
menyukai prinsip Bauhaus. Jadi kita selalu membawa
Bauhaus di kantong kita. Tidakkah Anda pikir seseorang
dengan telepon genggam terbaru merasa lebih menjadi manusia,
alih-alih sebaliknya? Mereka tak hanya merasa trendi, itu bukan hanya tentang….. Itu tentang tidak
ketinggalan zaman dan masih bisa terkoneksi
dengan orang lain. Saat manusia adalah benda
yang paling terdesain, sebaiknya kita membuat
konsep desain yang baru. Tak ada yang salah jika
kita punya iPhone, namun amat salah jika
kita menjadi iPhone. Penyatuan seni dan teknologi
yang dibangun di Dessau, bergabung dengan fokus Hannes Meyer
pada kebutuhan orang banyak, bersama-sama keduanya
menghasilkan desain yang baik bagi
benda sehari-hari. Itu adalah dampak Bauhaus. Prinsip-prinsip dasar Bauhaus diwariskan pada para penerusnya dan telah melanglang
keliling dunia. Kesatuan antara
seni dan teknologi kini dikalahkan oleh kesatuan
antara seni dan perdagangan. Bauhaus sebagai sebuah merek, sebuah gaya hidup, Semua itu bagus, sampai
kemudian Anda menyadari bahwa Anda sendiri,
emosi, pikiran Anda, tubuh, anak-anak,
gaya hidup Anda, langit, cuaca, kini kita mendesain cuaca, kita
mendesain kepunahan kita sendiri. Kini Anda menyadari bahwa desain
Bauhaus, desain yang baik, membawa kita kepada
kehancuran dari spesies kita. Pada saat itu, sebelum
Anda membunuh diri sendiri, mari
kita bunuh Bauhaus. Atau kita terus
mengajukan pertanyaan. Alasan mengapa Bauhaus masih
menarik hingga sekarang, adalah karena ia
mengemukakan pertanyan yang menarik dan
amat fundamental. Bagaimana kita ingin
hidup di masa depan? Itu sudah pasti
salah satu alasan mengapa Bauhaus
masih amat menarik. Apakah Bauhaus masih
punya sesuatu untuk diajarkan kepada kita? Siapakah kita sekarang? Dan apakah kebutuhan kita? Apakah desain yang
baik masih bisa meningkatkan kehidupan
orang sehari-hari? Kita akan mengetahuinya
di bagian ketiga dan terakhir
dari seri ini: Dunia Bauhaus: Utopia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *